Coba anda telaah skenario kecelakaan berikut ini, dan coba anda tentukan apa penyebab utama kecelakaan itu.
Seorang pengendara motor sedang melaju pada jam 5 sore. Dalam perjalanan pulang ke rumah setelah seharian bekerja dengan giat. Dalam perjalanan masih terpikirkan beberapa masalah pekerjaan seperti proyek-proyek yang harus diselesaikan esok hari. Perjalanan melalui sebuah tikungan sederhana dan mendekati sebuah persimpangan. Ada sebuah mobil di sebelah kiri dan pengendara motor mulai melambatkan laju motornya. Tiba-tiba mobil itu menikung ke kanan. Sang pengendara motor mencoba menghindar ke kiri, tapi mobil berhenti tiba-tiba di tengan jalur. Roda depan motor membentur bagian kanan belakang mobil, membuat hilang kontrol dan pengendara motor terjatuh ke sebelah kiri jalan. Helm yang dikenakan oleh pengendara motor itu telah menyelamatkan kepala tuannya, tapi lutut mengalami cidera ringan dan motor rusak tak tertolong. Diketahui kemudian bahwa pengendara mobil adalah anak muda tanpa SIM, yang ternyata tersilaukan oleh cahaya matahari yang hendak terbenam. Tidak ada alkohol berperan dan juga tidak ada (di antara keduanya) yang sedang ngebut.
Apa penyebab utama dari kecelakaan ini? Dikarenakan banyaknya faktor penyebabnya, sulit bagi kita untuk menentukan apa penyebab kecelakaan ini. Pelajaran yang dapat diambil dari skenario ini, seperti banyak kejadian-kejadian nyata lainnya, jarang sekali suatu kecelakaan itu disebabkan oleh satu penyebab saja. Dengan kata lain, banyak faktor yang saling berinteraksi dan berakumulasi dan menyebabkan terjadinya suatu insiden. Banyak ahli-ahli keselamatan (safety expert) menyarankan untuk tidak menyebutnya sebagai “kecelakaan”. Karena sebagian kejadian ini bisa diprediksi dan dicegah.
Lalu bagaimana sebuah tabrakan bisa dicegah? Apakah harus ada awan yang dapat mencegah sinar matahari membutakan pengendara mobil pemuda itu? Haruskah si pengendara mobil lebih fokus dan hati-hati? Apakah si pengendara motor tersebut harus lebih mampu membaca situasi dan memprediksi tindakan tiba-tiba mobil tersebut, sehingga dia bisa menghindar dengan lebih baik? Apakah pikiran-pikiran si pengendara motor hendaknya dihilangkan dulu sebelum berkendara motor? Ketahuilah, hilangkan salah satu faktor tersebut maka kecelakaan itu bisa saja dihindari.
Untuk dapat memahami suatu kejadian kecelakaan, bayangkan “Rantai Kecelakaan”. Kecelakaan timbul karena beberapa faktor kecil saling berinteraksi dan menyebabkan suatu situasi yang berbahaya.
Pernahkah anda mengalami suatu kejadian dimana anda hampir celaka? Coba anda bayangkan, apa yang dapat mencegah terjadinya kecelakaan itu? Apa yang akan anda lakukan agar hal tersebut tidak terjadi lagi. Pengendara yang baik harus siap untuk bertindak untuk meminimalisir jumlah faktor penyebab kecelakaan dan berusaha melindungi diri dari kejadian yang tidak diinginkan.
Bahaya ada dimana-mana, dan pengendara motor yang baik akan dapat dengan cepat mengetahui apa-apa saja yang terjadi di sekitarnya. Bahaya dapat berbentuk serpihan-serpihan di jalan, hingga sinar matahari yang menyilaukan ataupun pengguna jalan yang lain. Kadang kala, sebuah faktor saja merupakan suatu bahaya, ditambahkan beberapa faktor lain akan benar-benar menimbulkan masalah. Carilah beberapa cara untuk memutuskan rantai kecelakaan di setiap kesempatan. Seperti yang telah dijelaskan, menghilangkan salah satu faktor tersebut dapat mencegah kecelakaan, namun demikian teruslah berhati-hati dan berusaha agar faktor-faktor tersebut tetap dalam jumlah minimum.
Sumber: Basic Riding Course - Hands Out Material, Februari 2010 (Pulsarian Safety Riding Team)
Sumber: Basic Riding Course - Hands Out Material, Februari 2010 (Pulsarian Safety Riding Team)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan di komentari Mas Bro / Mba Sist...